SAMARINDA, Nettizen.id – Senyum haru tampak di wajah beberapa warga Samarinda saat menerima bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Samarinda. Bantuan ini bukan sekadar santunan, tetapi menjadi titik awal perubahan hidup bagi mereka yang ingin bangkit dan mandiri.
Lewat program bertajuk “UMKM: Untuk Mustahik ke Muzaki”, BAZNAS Samarinda berupaya menghadirkan makna baru dari zakat — bukan hanya untuk dibagikan, tetapi dikelola secara produktif agar memberi manfaat jangka panjang bagi penerimanya.
Program ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., serta Ketua BAZNAS Kota Samarinda, Ahmad Syahir Idris, S.M., M.IP., bersama jajaran pengurus dan tokoh masyarakat yang turut memberikan semangat kepada para penerima manfaat.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Ahmad Syahir Idris menyampaikan pesan yang menyentuh hati.
“Kami ingin para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki semangat untuk berkembang. Dengan usaha yang maju, mereka bisa menjadi muzaki di masa depan dan ikut membantu sesama,” ucapnya.
Baginya, program ini bukan sekadar bantuan ekonomi, melainkan gerakan sosial untuk memutus rantai ketergantungan dan melahirkan pelaku usaha baru yang tangguh.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, yang memberikan apresiasi atas langkah progresif BAZNAS. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota siap mendukung penuh upaya seperti ini, karena sejalan dengan visi untuk membangun masyarakat yang berdaya dan sejahtera.
“Program BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat bisa menjadi solusi nyata dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat,” ujar Saefuddin Zuhri.
Sementara itu, Ketua DPP Gerakan Ekonomi Kreatif (GEKRAF), Ali Irfani, menilai langkah BAZNAS Samarinda sangat strategis di tengah semangat kebangkitan ekonomi kreatif lokal.
“Sinergi antara zakat dan dunia UMKM adalah fondasi penting untuk membangun kemandirian ekonomi daerah. Pendampingan usaha dan literasi keuangan harus terus dikembangkan agar penerima bantuan bisa benar-benar naik kelas,” tuturnya.
Bantuan yang diberikan BAZNAS ini mencakup berbagai sektor usaha kecil — dari kuliner rumahan, kerajinan tangan, perdagangan, hingga jasa. Tak hanya berhenti di bantuan modal, para penerima juga akan mendapat pendampingan usaha dan pelatihan kewirausahaan agar mereka mampu mengelola bisnis secara berkelanjutan.
Salah satu penerima, ibu siti, mengaku tak menyangka bisa mendapatkan kesempatan ini. Dulu ia hanya menjual kue di rumah, kini dengan tambahan modal dan bimbingan dari BAZNAS, ia bertekad memperluas usahanya.
“Saya ingin usaha ini maju, biar bisa bantu orang lain juga nanti,” ujarnya lirih namun penuh semangat.
Program “UMKM: Untuk Mustahik ke Muzaki” menjadi bukti nyata bahwa zakat bisa mengubah kehidupan, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan yang lebih mandiri.
Dengan langkah ini, BAZNAS Samarinda berharap semakin banyak warga yang tumbuh menjadi penggerak ekonomi lokal — dari penerima zakat menjadi pemberi zakat, dari mustahik menjadi muzaki.
