Jalan Poros Merancang–Tanjung Batu Berlubang Parah, Warga: Sudah Banyak Korban!

BERAU, Nettizen.id – Jalan poros nasional yang menghubungkan Kampung Merancang hingga Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, kini rusak parah. Lubang-lubang besar menganga di sepanjang ruas jalan membuat warga resah dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Ironisnya, jalan ini merupakan akses utama menuju destinasi wisata Pulau Derawan yang kerap dilalui wisatawan dari luar daerah menggunakan jalur darat. Namun hingga kini, perbaikan tak kunjung dilakukan, meski informasi di lapangan menyebutkan pekerjaan tambal jalan seharusnya sudah berjalan.

Dari pantauan Nettizen.id, kerusakan terparah berada di beberapa titik mulai dari Kampung Merancang hingga Tanjung Batu. Ukuran lubang di jalan tersebut diperkirakan panjang 50 cm, lebar 40 cm, dan kedalaman hingga 30 cm, kondisi yang sangat membahayakan terutama saat malam hari.

Salah satu warga, Herman, mengatakan bahwa sudah banyak warga yang menjadi korban kecelakaan akibat jalan berlubang itu.

“Sudah ada yang jatuh, terutama pengendara motor. Pernah juga ada yang jatuh di depan kantor Polsek Pulau Derawan. Untung cepat ditolong anggota yang piket malam,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Eko Dadi S., Pejabat Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan Muda DPUPR Berau, menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalan poros nasional yang sudah berada dalam tanggung jawab pihak terkait.

“Secepatnya akan kami sampaikan kepada tim yang menangani. Apalagi sudah ada korban. Terima kasih kepada media yang memberi laporan lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pulau Derawan AKP Iwan Purwanto berharap agar perbaikan dilakukan segera.

“Kasihan pengguna jalan, apalagi malam hari. Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru diperbaiki. Jalan ini jalur wisata, harusnya jadi prioritas,” tegas Iwan.

Informasi yang diterima Nettizen.id, kontraktor pelaksana perbaikan jalan sebenarnya sudah ada, namun hingga kini belum terlihat aktivitas di lapangan. Warga berharap pemerintah segera turun tangan karena kondisi lubang yang berada di tikungan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

“Masalah ini tak bisa ditunda. Lubangnya pas di tikungan, berbahaya sekali. Jalan ini jalur nasional dan wisata ke Derawan, seharusnya cepat ditangani,” tutup Iwan Purwanto.

(Bram/Nettizen.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *